Voice Of Indonesia "Satu Jendela Untuk Situs Berita Anda"
Polisi Jombang Mendapat Hadiah Celana Dalam & Pembalut

Polisi Jombang Mendapat Hadiah Cela...

Polisi Jombang Mendapat Hadiah Celana Dalam & Pembalut JOMBANG - Ratusan mahasiswa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melempari polisi dengan ...

SBY Menawarkan 3 Skenario Pemindahan Ibu Kota

SBY Menawarkan 3 Skenario Pemindaha...

SBY Menawarkan 3 Skenario Pemindahan Ibu Kota JAKARTA - Bencana banjir yang kerap melanda Ibu Kota Jakarta memunculkan wacana pemindahan Ibu Kota...

MUI : Kecam Penolakan Khitan Perempuan

MUI : Kecam Penolakan Khitan Peremp...

MUI : Kecam Penolakan Khitan Perempuan JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetang pihak yang tidak setuju terhadap khitan perempuan. MUI be...

demo_tolak_pemerkosaan_di_india_AFP

Mahasiswi Diperkosa, Pejabat Kepoli...

Mahasiswi Diperkosa, Pejabat Kepolisian India Minta Pemerkosa Dihukum Mati New Delhi - Kasus pemerkosaan mahasiswi India di dalam bus juga memicu...

Polisi Jombang Mendapat Hadiah Celana Dalam & Pembalut

Polisi Jombang Mendapat Hadiah Celana Dalam & Pembalut

Polisi Jombang Mendapat Hadiah Celana Dalam & Pembalut
JOMBANG – Ratusan mahasiswa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melempari polisi dengan pembalut dan celana dalam perempuan.

Para mahasiswa Universitas Darul Umum Jombang tersebut menuding polres tidak mampu menangani kasus dugaan penerbitan ijazah palsu yang mengatasnamakan kampus mereka. Padahal, kasus tersebut sudah dilaporkan sejak lama.

Awalnya, unjuk rasa berjalan biasa, mahasiswa memblokir jalan di depan Mapolres Jombang, sambil berorasi menuntut Kapolres dicopot dari jabatannya. Arus lalu lintas pun dialihkan oleh petugas untuk menghindari kemacetan.

Saat Kapolres Jombang, AKBP Tri Bisono Soemiharso, menemui massa, mahasiswa memberikan hadiah berupa celana dalam dan pembalut wanita. Sebagian mahasiswa juga melempari petugas yang ada di belakang kapolres dengan benda tersebut.

Koordinator Aksi, Roful, menjelaskan, mahasiswa kesal karena kinerja Polres Jombang lamban. Kepolisian tidak berani bertindak tegas atas kasus penerbitan ijazah diduga palsu.

“Akibat kasus ijazah palsu itu, nama Universitas Darul Ulum tercemar sehingga lulusannya diragukan dan sulit diterima oleh masyarakat,” kata Roful, di lokasi, Kamis (17/1/2013).

Dia melanjutkan, kasus dugaan penerbitan ijazah palsu tersebut muncul setelah terjadi konflik internal kampus beberapa tahun silam. “Satu kubu dipimpin Rektor Lukman Hakim dan satu kubu lagi dipimpin Makmurotussakdiyah,” tambahnya.

Sepanjang kasus tersebut berlanjut, Makmurotussakdiyah mengklaim sebagai pimpinan yang sah karena sudah mengantongi izin dari Dirjen Pendidikan Tinggi. Atas dasar itulah, mahasiswa menuding perkuliahan yang diselenggarakan kubu Rektor Lukman Hakim ilegal dan ijazah yang mereka terbitkan tidak sah alias palsu.

Sumber;http://surabaya.okezone.com

SBY Menawarkan 3 Skenario Pemindahan Ibu Kota

SBY Menawarkan 3 Skenario Pemindahan Ibu Kota

SBY Menawarkan 3 Skenario Pemindahan Ibu Kota
JAKARTA – Bencana banjir yang kerap melanda Ibu Kota Jakarta memunculkan wacana pemindahan Ibu Kota. Tidak hanya itu, kesemrawutan kondisi Jakarta saat ini dinilai berbagai pihak bahwa Jakarta sudah tidak layak menjadi Ibu Kota.

Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka dan tidak tabu bersedia berdiskusi atas wacana perpindahan Ibu Kota negara.  Menurut Presiden, Jakarta tidak bisa lagi menampung interaksi manusia dan lingkungannya. Baca Selengkapnya →